Selasa, 01 Agustus 2017

CERPEN CINTA

Deadline Perangkap Cinta
Karya : Murniasih(KPkers Hk)

Saimin  anak tertua dari lima bersaudara, sebagai anak pertama tentu tanggung jawabnya sangat besar sebagai anak laki-laki pula, maka tidak heran bila usianya sudah  menginjak kepala tiga belum juga memiliki keinginan untuk berumah tangga. Maka seisi rumah dibuat galau lantaran sang tertua belum juga menemukan pasangan. Adeknya selalu merengek untuk menikah, selalu mendesak bagaimana pun caranya agar sang kakak cepat-cepat menemukan jodohnya. Berkali-kali sang adek tak mau berbicara lantaran sang kakak belum juga menikah, berkali-kali dijodohkan belum juga menemukan pasangan yang cocok. Semua jengkel dan marah adek pertama berusia 28 tahun bernama Angga, adek ke-dua berusia 25 tahun, Adek ke tiga berusia 23 tahun, baru yang bontot permpuan berusia 17 tahun masih kelas dua SMK.

“Le  cepatlah mencari jodoh, umurmu sudah 34 tahun tapi kamu sama sekali belum menemukan pasanganmu?” ucap Eyang Putri.
Di sofa panjang pada ruang tamu, Saimin tak mampu berkata atau pun menjawab perintah sekaligus pertanyaan yang sangat menyesakan dada. Terlebih bila dia kembali melihat posisinya di antara adek-adeknya yang tidak jauh perbedaan umurnya. Dulu katanya sang Ibunda becerita kalau perbedaan umur mereka tidak begitu jauh lantaran rencana, juga menginginkan kehadiran anak perempuan lalu berhenti mengandung tapi ternyata itu tidak terwujud hingga kelahiran ke-empat anak laki-lakinya barulah untuk kelahiran yang ke-lima munculan Andini putri semata wayangnya jaraknya pun tidak terlalu dekat karena sempat putus asa untuk tidak hamil lagi. Tapi atas bujukan Eyang putri mereka barulah Ibu Sarijah berusaha untuk hamil lagi.

*****

Di Kantor tempatnya dia bekerja ada pendaftaran sekertaris karena sekertaris lama akan segera mengundurkan diri perihal akan mengikuti karir sang suami ke Amerika. Saimin mencoba menyeleksi sendiri,


“Can you speaking English?” Saimin mengrahkan pertanyaan pada no urut ke109.
“Eh … maaf Tuan bicara dengan saya?” Betty berkata dengan mimik kebingungan.
“Kamu lulusan apa?” Saimin mendekatkan wajahnya sedikit bangkit dari kursi.
“Saya Cuma lulusan SD pak.” Wajah lugu Betty menjawab kebenaran dari pernyataanya.
“Keluar kamu kami tidak butuh pekerja berpendidikan rendah.”

“Tidak mau Pak pokoknya saya mau bekerja apa  saja di Sini, aku ga mau pulang kampung pak tolongin saya Pak, apa pun akan saya lakukakan aku tidak mau gagal karena saya ke sini hanya ingin bekerja.”
Betty meronta saat sang sekuriti menariknya dari ruangan. Tiba-tiba Saimin teringat kembali pada peristiwa perjodohan yang diinginkan Eyang Putri.
“Stop.” Akhirnya security melepaskan Betty.
“Keluar kamu Paijo.”
“Siap Pak.” Paijo mengangkat tangan sebagai salam hormatnya.
“Benar kamu mau bekerja apa saja denganku? Bila aku meminta kamu untuk menjadi istri saya … maksud saya calon istri pura-pura saya. Apa kamu setuju?”
Karena memikirkan desakan sang Nenek untuk segera menikah kalau tidak dia akan dijodohkan dengan wanita yang tidak pernah dia kenal sama sekali dari sahabatnya di Australia.
Betty malah terlihat bingung, gaya udiknya dari kampung membuat akalnya untuk menjalankan rencana kalau bila Betty dibawa ke rumah maka semua akan kecewa dan tidak lagi akan memaksanya untuk segera menikah.
“Kamu sanggup bayar saya berapa untuk pura-pura menjadi calon istrimu?”
“Tiga Puluh Juta Rupiah.” Saimin mengangkat tiga jarinya. Jari telunjuk, tengah dan manisnya.
Betty melongo seolah tak percaya bila sekolah Sd bisa menghasilkan uang begitu besar dengan hanya berpura-pura menjadi calon istri bos besar.

****

Semua sangat menyukai kepribadian Betty yang sangat baik, gayanya yang lugu ternyata malah mampu menghipnotis semua seisi rumah. Saimin kalang kabut sendiri, karena mau tak mau maka dia pasti akan menikah juga dengan Betty pilihan sebagai calon istri pura-puranya.
Acara makan malam semua keluarga berkumpul semua, pada sesi itulah tiba-tiba eyang putri mengatakan kalau pernikah akan dilaksanakan satu minggu lagi. Saimin dan Betty sama-sama terbatuk saat menelan makanan. Betty pun menginjak kakinya sebagai tanda kebingungannya.

Kini dateline cintanya berakhir di pelaminan. Perkawinan sandiwara dan adek-adeknya menyusul melakukan pernikahan. Mereka tidak pernah tidur satu ranjang, Saimin selalu tidur di Soffa. Penikahan itu terjadi demi keinginan adek-adeknya untuk bisa melakukan perkawinan. Betty mau menjalani perkawinan itu demi menghidupi adek-adeknya yang juga membutuhkan biaya untuk melanjutkan sekolah. Akhirnya dia tidak lagi dijodohkan dengan tua Bangka yang kaya raya tapi sudah bau tanah.


*****


Meskipun mereka tidak pernah satu ranjang tapi Betty sangat bisa melayani, sebelum Saimin bangun Betty selalu sudah mandi dan membuatkan kopi manis dan menyiapkan segala keperluannya dari baju, celana dalam, handuk dan sarapan pagi. Meski tidak pernah bersentuhan tubuh karena mereka telah melakukan perjanjian hitam di atas putih untuk tidak melakukan kontak fisik itu syarat yang diajukan Betty.

Diam-diam Saimin memperhatikan wajah ayu Betty, wajahnya hampir mirip dengan penyanyi legendaries Alda Risma. Bibir yang merah dan beralis tebal. Tiba-tiba seutas seyuman tersungging di wajah Saimin, dan kembali menyeruput kopi manisnya saat mereka berdua sarapan. Betty yang tidak pernah berkata banyak, bertemu paling pagi hari dan malam hari. Mereka masih tinggal satu rumah karena atas permintaan Eyang yang tidak mau ditinggal Saimin cucu kesayangannya.

“Kamu seyum-seyum sendiri terus dari tadi? Cantik ya istrimu ini?” Eyang putrinya memegang pergelangan tanganya Betty.
 Tatapan mereka saling berpandangan, mereka berdua menjadi salah tingkah dan malu. Keduanya hanya terseyum memandang wajah penuh garis keriput yang ada di hadapannya.
“Adek kamu Si Angga sudah isi, kapan kamu betty akan berikan cicit untuk Eyang.”
Keduanya menjadi bingung dan resah. Sejak kejadian itu mereka saling bingung untuk bisa mewujudkan keinginan sang Eyang. Walau pun sebenarnya di antara mereka sebenarnya sudah ada cinta. Pernikahan yang mereka rancang ternyanyata telah mampu menjebak mereka dalam lingkaran cinta yang sebenarnya.




HONG KONG, 29 November 2015
Revisi 1 Agustus 2017

Jumat, 29 April 2016


Peletak Batu Pertama 
Oleh : Murniasih

Aku teringat kisah awal perjuanganku untuk bisa sampai ke dunia tulis menulis. Penuh dengan perjalanan panjang dan berliku. Mencoba mengikuti berbagai macam seminar dan kegiatan baik yang berbayar ataupun gratis, semua saya coba jabanin untuk menuju jalan sebuah impian, iya impian untuk bisa menjadi seorang penulis. Padahal kegiatan sudah banyak kukerjakan untuk menemukan jalan itu tapi tak juga menemukan orang yang tepat untuk bisa merangkulku dengan ramah dan sabar. Bagi yang sudah ternama mungkin akan mudah untuk bisa masuk dalam suatu komunitas. Tetapi bagi para pemula sepertiku, siapa yang kenal dan siapa yang peduli dengan apa yang menjadi cita-citaku.

Dulu setiap kali  kumembaca koran ada banyak sekali teman-teman BMI yang menang dalam sebuah lomba cerpen dan sejenisnya dalam dunia literasi, karya-karya mereka di muat di surat kabar. Hati ini selalu terusik akan keinginan yang sama. Kapan aku  berada di antara mereka? Kapan aku bisa seperti mereka?. Hingga pada suatu ketika aku melihat sebuah postingan promosi buku LANGKAH MENJEMPUT SUKSES oleh sahabat BMI yang bernama Dinda Putri Sailut.Tak kusangka komentarku disambut hangat oleh Bapak Johanes Arifin Wijaya penggagas buku LANGKAH MENJEMPUT SUKSES.

Entahlan, mungkin karena perasaanku yang lebay atau gampang baperan aku merasa sangat bahagia, karena begitu ramah orang hebat seperti Pak Johanes mau menjawab pertanyaanku.

Oktober 2014  titik awal sejarah perubahan hidupku,   aku menemui Mbak Dinda untuk membeli bukunya, hatiku merasa sangat senang waktu itu, karena orangnya yang sangat ramah dan bersahabat, Pikirku ko dia baik banget ya?, dari buku tersebut aku mulai banyak belajar tentang mimpi, semangat dan perjuangan.  Kemudian aku coba  menyelami dunia mereka, karena saya juga ingin seperti mereka. Dalam hati selalu menyulutkan semangat  bila mereka bisa kenapa kita mesti tidak bisa.
Tak lupa aku membeli tiket seminar Bapak Johanes Arifin Wijaya yang diselenggarakan di Masjid Amar Wanchai Hong Kong pada tanggal 28 Desember 2014 dengan tema “THE POWER OF BISA TO BE GREAT PEOPLE.” 

Ada banyak keajaiban yang terjadi setelah aku mengikuti seminar Bapak Johanes. Vibarasi (getaran) untuk meraih cita-citaku semakin terang. Aku masih ingat dengan materi seminar yang diberikan dengan yel-yel “Yes I can Do It”. 

Amazing semua benar-benar terjadi, mimpiku untuk menjadi seorang penulis akhirnya terwujud. Kemudian aku dipertemukan dengan Komunitas Penulis Kreatif Hong Kong ajakan dari Mbak Dinda.


Jalanku untuk menjadi seorang penulis semakin terbuka lebar. Mimpiku untuk bisa melanjutkan kuliah pun terwujud.

Alhamdulilah tahun ini aku sudah mendapatkan restu dari orangtua untuk bisa kuliah di UT HK. Padahal di buku My Motivation aku masih  menulis haru akan kisahku ingin melanjutkan sekolah tidak mendapatkan restu. Padahal waktu itu aku sudah 4 tahun bekerja di Hong Kong aku terus memohon.
 Setiap pagi setelah bangun tidur aktivitas “Yes I Can Do It” selalu coba aku peragakan. Sebanyak tiga kali setiap hari tapi jangan lupa ya berucap Allhamdulilah dulu sebelumya, karena Allah masih menghembuskan nafas kehidupan untuk kita.

Dalam materi seminar juga diajarakan bagaimana kita merancang masa depan yang belum terjadi, membuat road map kehidupan yang akan menjadi planning. Membuat sebuah Blue Print Kehidupan. 


Gambar-gambar blue print kehidupan yang menjadi target ditempel di dinding kamar,  tepat di hadapan kita saat berbaring, Hingga saat kita bangun dan beranjak tidur akan selalu ingat akan apa yang menjadi cita-cita, apa yang menjadi harapan kita. Saya tempel potongan-potongan  foto kopi gambar (bahan/materi seminar) sebuah buku pak Johanes  kemudian saya tutup foto beliau saya ganti dengan foto saya, saya berharap saya juga bisa seperti bapak untuk menjadi seorang penulis itu saran dari materi yang disampaikan.


 Awesome semua benar-benar terjadi dan saya bisa menjadi seorang penulis, meski masih baru dan amatir. Tapi itu sudah cukup membuat hati saya berbunga-bunga karena mimpi saya terwujud.

Kemudian bersama Pak Johanes Arifin Wijaya, kami digandeng untuk menulis sebuah buku yang berjudul My Motivation. Itu merupakan buku pertama yang saya tulis, dari sebuah kisah diary  biasa hingga benar-benar menjadi saksi kisah perjuanganku menggapai mimpi dan  semua benar-benar terwujud. Dulu ketika aku hanya mejeng dengan karya Pak Johanes sebagai pembaca, kini aku bisa foto bersama dengan bukuku sendiri mesti itu masih karya antologi.





Saya masih ingat dengan kata-kata beliau dalam sebuah seminar, “Kita harus mau melangkah dan meletakan batu pertama untuk untuk membuat sebuah bangunan yang megah”. Tanpa  langkah awal tidak mungkin kita  menuju langkah selajutnya karena dengan langkah awal lah untuk kita bisa berjalan bahkan berlari hingga terbang sekali pun.

Setelah mengikuti Training The Power of  Bisa ternyata mampu membuat pribadi saya  yang penakut menjadi lebih berani, akan saya jabarkan hasil yang sudah saya dapatkan setelah mengikutinya:

1. Semangat semakin membara bukan hanya soal pekerjaan yang saya jalani tapi juga dalam merangkai mimpi-mimpi yang sempat tertunda.
2. Selalu mendapatkan inspirasi baru bila kembali mengingat hal-hal petuah yang disampaiakan dari seminar.
3. Selalu termotivasi untuk terus mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin dari sebuah usaha yang sudah dijalankan.
4. Mental Block berhasil saya hancurkan hingga hambatan-hambatan untuk meraih kesuksuksesan bisa teratasi.
5. Impian-impian telah berhasil saya wujudkan.
6. Lebih percaya diri, saat kita berbicara dengan orang lain, lebih pandai dalam bergaul dan menyampaiakan pendapat.
7. Hidup semakin antusias. Karena selalu ingat dengan slogan GREAT ANTUSIAS.
8. Mampu mengubah pola pikir menjadi lebih positif dalam setiap kejadian.
9. Menjadi lebih kreatif dalam setiap pembelajran hidup.
10. Lebih komintmen dalam menggapai mimpi dan cita-cita.
11. Lahirlah manusia baru yang bermental pemenang meski kegagalan sering dilalui tapi selalu tetap optimis kelak akan menjadi pemenang sejati.

Bila anda masih meragukan coba datang dan ikuti seminarnya untuk membuktikan apakah yang saya uraikan sebuah kebenaran atau sebuah kebohongan belaka. Yakinkan diri anda sendiri dulu sebelum anda mampu meyakinkan orang lain. Great Antusias.

Ceritakan kisah inspiratifmu  untuk membangkitkan semangat bagi orang-orang yang sedang mulai berjuang meraih masa depan. Kayau Sahabat BMI di mana pun anda berada, Buktikan kalau BMI bisa berprestasi.

Hong Kong, 28 April 2016

Jumat, 18 Maret 2016

Asuransi Itu Haram, Yang Benar Saja, coba Kita Belajar Lagi









Asuransi itu Haram, Semua Tergantung Niatnya

Oleh : Murniasih

Niat menurut bahasa nawawi  adalah bermaksud untuk melakukan sesuatu dan bertekad bulat untuk mengerjakannya / yang berarti dalam hati seseorang untuk melakukan sesuatu yang ingin dilakukan   sedangkan menurut bahasa arabnya adalah Niyyat keinginan dalam hati untuk melakukan sesuatu tindakan yang ditujukan kepada Allah.

Karena itu berasal dari lubuk hati yang paling dalam maka itu sesuatu yang tidak mudah tertebak oleh kasat mata dan sering menimbulkan salah paham. Sama halnya kita selalu salah sangka dengan maksud dan tujuannya seseorang yang hanya mampu kita lihat dari mata. Sahabat filah pasti pernah mengalami kesalahan di mana kita mudah sekali mengomentari tindakan orang lain tanpa kita mengetahui maksud dan tujuannya dari segala tindakannya. Begitu banyak sekali orang menebak tindakan seseorang kalau itu sesuatu yang salah atau sesuatu yang benar. Padahal sejatinya tidak dapat kita memfonis tindakan seseorang tanpa mendalami maksud dan tujuannya terlebih dahulu. Terlebih bila seseorang dengan mudah memfonis sebuah halal dan haram. Karena sesuatu yang halal bisa jadi haram bila dalam keadaan darurat. Bisa jadi sesuatu yang halal menjadi haram bila tujuannya itu salah.

Kalian pernah didebat seseorang soal status asuransi itu haram, menaruh uang di Bank itu haram, menjadi agen itu haram, sebenarnya masalah ini terlalu kronis untuk dibahas, karena ibarat penyakit ini sesuatu yang terlalu lama menahun. Asuransi itu haram untuk jaman di mana sawah ladang dan gunung masih menjulang luas sampai masih bisa menyimpan uang pada investasi barang jangka panjang tapi untuk saat ini kekayaan alam semakin menyempit sampai manusia-manusia telah memenuhi alam dan jagad raya.
Orang bilang,”Haram bila menaruh uang di Bank, lebih baik untuk beli sawah dan tanah”, yang menjadi pertanyaanya adalah,”Bila kita menabung di Bank itu haram lalu bagaimana cara untuk mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, apa kita mau kembali ke jaman purba menyimpan uang itu  lewat bambu, menggali lubang di bawah tanah, atau selempitan jarik emak?”. Tentu saja jawabannya  menyimpan uang itu lebih aman, lebih baik di Bank, sehingga mempu menghindari dari bahaya pencurian dan perampokan di jaman moderen seperti sekarang. Bila riba yang menjadi permasalahan, kita kembali lagi keniatan kita kita hanya menyimpan untuk keamanan. Bila ada bunga bank dan pajak bisa kita sisihkan untuk anak-anak yatim, kalau anda takut untuk memakannya.
Begitu pula ketika ada yang menjadi agen asuransi itu haram ketika dia tidak mampu mengemban amanat, tidak amanah dalam tugas dan tanggung jawabnya. Karena bila kita pelajari lebih tugas dari agen asuransi itu adalah menolong nasabah dari kesulitan karena bahaya yang menimpa sang nasabah. Misalnya karena kecelakan terjadi, kasus meniggal, perencanaan masa depan. Sedangkan menjadi agen asuransi itu bisa menjadi haram bila tujuannya hanya untuk mencari keuntungan dari  kesulitan orang lain.

Sedangkan untuk memperkuat sebuah argument atau pernyataan, ada sebuah kutipan   ayat-ayat Al Qur'an yang di ambil dari beberapa cuplikan tausyiah  yang  untuk meyakinkan hati ketika apa yang kita kerjakan Insya Allah bukan suatu kekeliruan.

1.Berasuransi b ukan b erarti m enolak t akdir (QS.Al-Hasyr: 18)
"Hai orang
-orang  y an g beriman, bertaqwalah kepada Alloh & harus setiap hari memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat ) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "

2.Mempersiapkan
warisan (QS.Al-Baqarah:240):
"Dan orang
-orang  danang (akan) meninggal dunia di antara kamu padahal ada meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri mereka(yaitu) diberi nafkah hingga 1 tahun lamanya dengan tidak menyuruh mereka pindah. Tetapi jika mereka pindah sendiri maka tiada dosa bagimu(wali) atau waris dari yang meninggal membiarkan mereka berbuat patut pada diri mereka."

3.Mempersiapkan
p roteksi menghadapi hal buruk di masa akan datang (QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam
tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa ( bibit gandum) yang k a m u simpan . "

4.Mempersiapkan
h ari depan (QS.An-Nissa: 9)
"Dan hendaklah takut k
e p a d a All a h orang -orang y an g seandainya meninggalkan di belakang mereka anak -anak  y an g lemah, y an g mereka khawatir t e rhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa k e p a d a All a h dan hendaklah mereka mengucapkan perkatan y an g benar . "

5.Asuransi
b erbasis syariah itu Mulia, Rasullullah SAW bersabda:
"Pergunakanlah
lima hal s e b e l u m datangnya lima hal; m uda s e b e l u m t ua, s ehat s e b e l u m s akit, k aya s e b e l u m m ISKIN, l apang s e b e l u m s empi t dan h idup s e b e l u m m ati (HR.Muslim) .
 
Saya akan sedikit mencerna dari kandungan dari musaf Al Qur’an pada surat Yusuf ketika saya membacanya dan mencoba menghubungkannya pada perencanaan keuangannya asuransi.
(QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam
tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang k a m u simpan . "

Saya ingin mencoba memebdah  kata-kata yang tertera pada kandungan surat di atas, setelah saya pelajari lebih ilustrasi perencanaan keuangan dalam frekuensi pembayaran bulanan dalam kurun waktu 10 tahun  pada premi 500 perbulan, mari kita sama bersama-sama pelajari  pada gambar di bawah ini!
ILUSTRASI MANFAAT NILAI TUNAI PRU-link Rupiah


            
 Penjelasannya adalah:
*      Tahun ke-1 total pembayran selama satu tahun = Rp 6.000.000  setelah di proses pihak asuransi untuk biaya administrasi pertama dan uang di putar untuk berbagai investasi ternyata uang tidak mendapatkan keuntungan sama sekali menjadi  hanya Rp 3.757.000 bila kita amati memang kita mandapatakn kerugian yang sangat signifigan dan itu berlansung selama 7 tahun awal, dalam hitungan tahun ke-7 total pembayaran = Rp 42.000.000, tetapi pada ilustrasi disebutkan sudah melewati  dalam masa krisis dengan total akhir perhitungan menjiadi = Rp 48.020.000, berarti sudah memasuki masa panen tujuh tahun pertama dengan keuntungan(-+) Rp 6.000.000 dan terus mengalami keuntungan di tahun-tahun berikutnya (tahun 8,9,10) dan bila uang tidak bisa kita ambil makan uang akan terus dan terus mengalami peningkatan. Tapi ingat kembali pada niat hati anda memulainya,niat anda untuk berasuransi untuk memproteksi diri, bukan untuk mengumpulkan keuntungan atau riba. Uang agap saya itu hasil panen yang sudah kita panen selama tujuh tahun, karena pernah saya membaca bila uang mengalami kerugian/ penurunan / berkurang akibat pajak dan administrasi ibaratnya dia mengungkit tentang riba itu sendiri  sedangkan  menurutnya sesuatu yang berhubungan dengan riba itu haram, dalam hal ini disebutkan kalau pihak nasabah yang menglami kerugian sekarang kita kembali bertanya pada tujuan awal kita mengikuti asuransi adalah bukan untuk mengambil keuntungan uang tapi tujuan dari asuransi adalah untuk memproteksi diri dari segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, terbebas dari jeratan Bank memikirkan bunga dan pajak.

Mari berasuransilah selama kita masih mampu dan sanggup, terlebih kita kebanyakan yang bekerja di Hong Kong bisa mencapai 5 tahun lebih. Coba kalau masa-masa itu kita gunakan sembari menyicil menabung untuk hari tua berupa dana pensiun dan asuransi kesehatan. Kita itu  pandai mengumpulkan uang tapi kita tidak bisa mengaturnya itu yang menjadi kelemahan para BMI, hingga tidak di pungkiri ketika kembali pulang kita selalu kalah bersaing dengan yang di tanah air, padahal gaji yang kita kumpulkan sangat besar. Pegawai Negeri saja kalah dengan kita, tapi kenapa kita pulang selalu kalah dalam segala segi, baik kemapanan dan ketrampilan, dan pengaturan uang. Mari kita pulang dengan segala perencanaan yang lebih matang menuju masa depan yang lebih terarah.








Biodata:


Penulis adalah seorang agent asuransi yang selalu siap membantu bila ada sebuah pertanyaan seputar asuransi yang pasti asuransi kami adalah asuransi yang sudah terdaftar di OJK( Otoritas Jasa Keuangan Sebenarnya penulis ingin sekali berusaha menyadarkan sahabat BMI untuk sadar asuransi tapi ternyata itu lebih dari sangat sulit semoga dengan tulisan ini, mampu membuka pikiran para Sahabat Seperjuangan. (+852) 9433 8503

























Selasa, 01 Maret 2016

Sejarah Sastra Indonesia bagi BMI( Hong Kong)



Panggung Literasi
Oleh : Murniasih


Dunia literasi atau orang lebih mengenalnya dengan istilah dunia tulis menulis. Menulis pada dasarnya sudah ada sejak jaman nenek moyang kita, baik pada batu, daun, kulit binatang, kerang, tanah atau pun media lainya, semakin majunya tekhnologi  semakin baralih meunuju  kertas, mesin ketik, hingga perangkat lunak Microsof Word pada komputer.
Dunia sastra tidak mungkin akan pudar sampai bumi ini berhenti. Sejarah dunia literasi bisa kita simak dari abad ke-19 SASTRA “MELAYU LAMA” yang cukup berkembang pesat. Pada tahun 1870-1942 PUJANGGA LAMA lahir, pada masa itu pekerjaan tulis menulis dipandang sebagai pekerjaan mulia. Dari orang biasa, orang berpangkat hingga Putra Mahkota.  ANGKATAN BALAI PUSTAKA lahir pada  tahun 1920-1950, PUJANGGA BARU pada tahun 1930-1942 dipelopori oleh   Sutan Takdir Alisjahbana atau dikenal dengan istilah STA, beliau adalah ahli bahasa Indonesia, bahkan pada masa pendudukan jepang masih ada STA sudah melakukan modernisasai bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi bahasa nasional yang menjadi pemersatu bangsa. Tepatnya pada tahun 1936 beliau melakukan Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia yang mana masih dipakai sampai sekarang. Gerakannya tidak hanya cukup sampai di situ dengan pembuatan Kamus Istilah  yang berisi istilah-istilah baru yang dibutuhkan oleh Negara Baru yang ingin mengejar modernisasi dalam berbagai bidang. Sebagai penulis ahli dan Ketua Komisi Bahasa semasa pendudukan jepang hingga merdeka beliau belum  bisa mewujudkan cita-cita terbesarnya yakni menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantarkawasan di Asia Tenggara. Ia kecewa , bahasa Inonesia semakin surut perkembangannya. Padahal masa sejarah Bahasa Indonesia pernaha menggetarkan dunia linguistik saat dijadikan bahasa persatuan untuk penduduk di 13.000 pulau di Nusantara .

Masa Kemerdekaan yaitu  Anggkatan tahun 45 seperti Chairil Anwar, Angkatan 50-an Pramoedya Ananata toer, Tahun 1960 dunia literasi mengalami kemunduran karena pecahnya G30S di Indonesia. Angkatan 66-70 terbitnya majalah Horison, DASAWARSA 80-an seperti Yudistira Adinugraha, Remy Sylado, Pipiet Senja, Kurniawan Junaidi, Arifin Noor Hasby. Tahun 1997 sebuah oraganisasi kepenulisan lahir di Jakarta yang bernama Forum Lingkar Pena yang didirikan oleh Helvi Tianarossa. Bak jamur di musim hujan sejak saat itu hingga kini lahirlah penulis-penulis dan komunitas-komunitas baru. Sejak saat itu pulalah dunia literasi mengalami perkambangan yang sangat tajam.  Indonesia seperti terjangkit virus literasi. Tidak dipungkiri semua mejatuhkan pilihan untuk mengembangkan bakatnya di dunia literasi. Banyaknya pesaing malah membuat semangat lebih berkobar.
Di Hong Kong sendiri dalam kurun waktu sepuluh tahun lebih, BMI yang melek teknologi digital mencoba menyalurkan hobinya lewat jejaringan sosial baik facebook, menulis di blog pribadi, alasannya  sebagai sarana produktif untuk menegosiasikan ruang geraknya. Menulis sendiri  bisa sebagai sarana terapi jiwa begitu menurut pendapat sastrawati  yang bernama Naning Pranoto. Sedangkan menurut   Habiburrahman El Shirazy atau lebih dikenal dengan Kang Abik  penulis terkenal ayat-ayat cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan Api Tauhid sendiri mengatakan menulis itu penting karena akan bisa membangun sebuah peradaban. Ketika manusia mampu menulis ketika itu juga manusia akan berumur panjang, maksudnya adalah ketika   telah mati  maka masih ada karya yang akan tetap hidup.
Maka peristiwa sejarah tidak akan pernah ada, tanpa kita mau menuliskannya. Sejarahlah yang mengajarkan kepada generasi penerusnya. Menulislah agar kita bisa melahirkan pemikir dan para penggerak bangsa. Karena dengan menulis pula akan mampu mengubah nasib  seseorang, lihatlah dari kebanyakan para pemimpin besar yang suka menulis seperti, Kartini, Soekarno, Habibi, Susilobambang Yudhoyono, Walt Disney, Volt mereka akan tetap abadi dalam  sejarah.


Lahirnya komunitas-komunitas penulis seperti FLP (Forum lingkar Pena) pada tahun  16 Februari 2004  dan kini telah hadir juga yaitu Komunitas Penulis Kreatif(KPKers HK). Komunitas-komunitas ini turut andil menuntun para BMI dalam menyalurkan hobi hingga menjadi manusia yang berdaya dan menorehkan prestasinya. Dengan visi dan misi untuk membuka mata dunia bahwa BMI memiliki sisi kehidupan yang lain dari sekedar buruh domestik.  Dan diyakinkan dengan penuturan Dorotty Holland “Seorang  BMI itu cerdas, melek tekhnologi dan mampu bersosialisasi(1998). Mega Vristian seorang mantan BMI juga penulis senior mengklaim bahwa BMI tidak seharusnya diremehkan hanya karena profesi mereka .

Ketika kita tidak memiliki cukup banyak kemampuan untuk membangun bangsa cukuplah kita menjadi penulis yang mampu membangkitkan semangat juang para generasi bangsa. Ingatlah peristiwa sejarah di masa lalu untuk membangkitkan dunia literasi kembali
Ingat kembali Masa kemerdekaan yang dipimpin oleh Soekarno, beliau mengatakan bahwa  agenda pemberantasan buta huruf menentukan martabat penguasa dan Negara Indonesia ( Djakarta, 27 Desember 1962). Simaklah pidato beliau:” … saja berkata, another greathest achievement is our success in our compaign against illiteracy, sukses kami dalam memberantas buta huruf ini adalah juga greates achievement. Bukan dsaja kita menang di medan peperangan, tetapi juga di dalam memberantas buta huruf kita talah mentjapai hasil jang sangat ‘Menjugemaken’ dan itu adalah pula salah satu great achievement.”  Mari kita lanjutkan perjuangan beliau untuk membangun negeri yang lebih bermartabat di mata dunia dengan menyemarakan kembali dunia litersi.
Kemampuan tulisan yang positif akan  mampu menyalurkan energi yang positif juga. Sejatinya menulis juga bagian dari amal jariyah bila apa yang kita tuliskan mengandung ilmu, wawasan, pengetahuan dan manfaat. Menulis juga akan mampu menenangkan pikiran, jiwa-jiwa yang gersang, mengurangi rasa setress telebih kita yang sebagai BMI sangat rawan dengan sesuatu yang berhubungan dengan polemik, Marilah kita menulis untuk menenangkan jiwa kita sendiri, mengobati kegersangan hati.

Menulis tidak harus muluk-muluk yang berintelektual tinggi baru kita mau menulis dan merasa tidak percaya diri untuk menggerakan pena kita. Acuhkan itu semua,  tapi rebahkan beban hidup pada kertas putih buku harianmu. Bila memang tujuanmu untuk menyalurkan ilmu banyak-banyaklah membaca dan tulis kembali apa yang kamu temukan dari hasil buku-buku bacaanmu lalu bagikan kepada khalayak, bila belum percaya diri untuk mengirimkan ke media masa cukup bagikan konten positifmu lewat jejaringan sosial yaitu dunia maya. Tentu sahabat BMI mayoritas memilikinya. (Sumber: Dunia blogging/ Pratiwi Retyaningdyah, Bandung Mawardi, Koran Tempo 11 Februari 2013, Komunitas Pejuang Pena dan dari berbagai sumber)
Salam pena Kreatif.


 Hong Kong, 1 Maret 2016

Kamis, 12 November 2015

Tips Menumbuhkan Rasa PD

Membuang Sifat Kuper
Oleh: Murniasih



Di jaman yang sudah moderen kaya begini manusia kuper pasti masih ada. Berasal dari manusia kuper penulis merasa perlu sekali untuk bisa berbagi ilmu, tips dan pengalaman hidup untuk merubah sifat kuper. Kuper kalau menurut bahasa gaulnya itu kurang pergaulan. Tidak punya teman, jarang komunikasi dengan orang lain, kecuali keluarga, sahabat aja kadang tidak punya. Tidak memiliki teman curhat sama sekali, sukanya mengurung diri di kamar. Saat anak-anak yang lain pada ngumpul walau sekedar untuk ngobrol, dia orang yang paling enggan untuk gabung. Bukannya sombong atau angkuh tapi kadang berakar dari rasa malu, minder, dan tidak percaya diri menjadi faktor kekomplitan utama. Orang kuper biasanya cuek, masa bodoh, elu-elu gue-gue. Asik sih tapi ko jadi kaya manusia primitif. Seperti tidak sewajarnya menjalani hidup di dunia. Kalau masih ada yang merasa menjadi manusia kuper, mari kita simak tips jitunya.

1. Keluar dari habitat asal.

Ini sebagai cara pelan merubah mind set orang-orang di sekitar yang sudah menganggap kita manusia kuper, di tempat yang baru orang lain tidak mengetahui sifat kita. Mulailah dengan hal yang baru menjadi manusia percaya diri.

2. Banyak menyapa

Mungkin untuk awalan seseorang yang kuper akan sedikit kesulitan melakukan hal ini, saat menyapa agak sedikit kaku, tips paling jitu biasanya tebar senyuman. Tidak mungkin kan ada orang senyum tidak mau balas senyum, di situlah akan ada ruang untuk kita bisa bertanya sekadar say hello, "Apa kabar, dari mana?". Ketika kamu suka tersenyum kemudian menyapa maka pandangan orang lain secara otomatis akan menggap kamu ramah, kemudian kamu menjadi banyak teman dan tidak kuper lagi.

3. Jangan mudah tersinggung

Memang si, sifat sensitif seseorang itu sudah bawaan, tapi bisa juga loh dirubah. Kadang karena faktor keluarga, tapi asal dilatih pelan-pelan bisa ko buang sifat terlalu sensitif. Contoh setiap mendapatkan kritik berusaha lapang dada, berfikir kalau dia yang sedang mengkritik kita sebenarnya sedang memperhatikan kita dia sebenarnya sangat perduli dengan kita. Ambil positifnya, kamu pasti bisa jadi manusia yang lebih baik. Karena tidak sedikit orang yang kuper akan sangat mudah sekali tersinggung.



4. Banyak mengikuti Kegiatan

Seperti ikut dalam suatu keorganisasian, ketika ada aktivitas rutinyang dijalankan, itu akan memudahkan kamu untuk bertemu dengan banyak orang, kemudian menjadimu lebih banyak bicara dengan orang lain. Sedangkan setiap komunitas pasti dituntut untuk bicara di depan banyak orang.

5. Raih prestasi

Tidak dipungkiri sebuah prestasi mampu menumbuhkan kepercayaan diri. Ketika kita mampu menciptakan hasil dari sebuah usaha, kita akan dielu-elukan. Ups tapi hati-hati jangan tumbuh sifat sombongnya, kamu menjadi banyak teman dan banyak yang menyapa kamu menjadi tidak kuper lagi.



6. Menjadi manusia yang pandai bersyukur.

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan satu paket dengan kekurangannya. Karena manusia terlahir tidak ada yang sempurna di dunia ini. Jadikan kelebihanmu untuk rasa percaya dirimu. Teliti kekuranganmu untuk menghandle dari prilaku sombong agar pribadimu menjadi lebih hamble. Jangan terlalu berfokus pada kelebihan orang lain karena kamu akan iri dan tidak bisa mensyukuri hidupmu sendiri. Kita harus memahami setiap molekul yang Tuhan ciptakan dalam diri manusia sudah sangat sempurna sesuai dengan fungsinya. Mungkin lebih tepatnya menjadi manusia yang pandai bersyukur. Ketika kamu bersyukur kamu akan bisa menjadi dirimu sendiri yang penuh percaya diri.


Penjelasan di atas semoga memberikan manfaat. Pergaulan  luas lebih menambah wawasan, terasa lebih happy, bertambah pula rezeki tentunya. Dari sebuah sumber yang pernah ada menyebutkan orang yang lebih banyak bergaul dan berkumpul akan lebih awet muda. Siapa yang tidak mau tetap awet muda hayo. Cung ....? (*)