Jumat, 29 April 2016
Peletak Batu Pertama
Oleh : Murniasih
Aku teringat kisah awal perjuanganku untuk bisa sampai ke dunia tulis menulis. Penuh dengan perjalanan panjang dan berliku. Mencoba mengikuti berbagai macam seminar dan kegiatan baik yang berbayar ataupun gratis, semua saya coba jabanin untuk menuju jalan sebuah impian, iya impian untuk bisa menjadi seorang penulis. Padahal kegiatan sudah banyak kukerjakan untuk menemukan jalan itu tapi tak juga menemukan orang yang tepat untuk bisa merangkulku dengan ramah dan sabar. Bagi yang sudah ternama mungkin akan mudah untuk bisa masuk dalam suatu komunitas. Tetapi bagi para pemula sepertiku, siapa yang kenal dan siapa yang peduli dengan apa yang menjadi cita-citaku.
Dulu setiap kali kumembaca koran ada banyak sekali teman-teman BMI yang menang dalam sebuah lomba cerpen dan sejenisnya dalam dunia literasi, karya-karya mereka di muat di surat kabar. Hati ini selalu terusik akan keinginan yang sama. Kapan aku berada di antara mereka? Kapan aku bisa seperti mereka?. Hingga pada suatu ketika aku melihat sebuah postingan promosi buku LANGKAH MENJEMPUT SUKSES oleh sahabat BMI yang bernama Dinda Putri Sailut.Tak kusangka komentarku disambut hangat oleh Bapak Johanes Arifin Wijaya penggagas buku LANGKAH MENJEMPUT SUKSES.
Entahlan, mungkin karena perasaanku yang lebay atau gampang baperan aku merasa sangat bahagia, karena begitu ramah orang hebat seperti Pak Johanes mau menjawab pertanyaanku.
Oktober 2014 titik awal sejarah perubahan hidupku, aku menemui Mbak Dinda untuk membeli bukunya, hatiku merasa sangat senang waktu itu, karena orangnya yang sangat ramah dan bersahabat, Pikirku ko dia baik banget ya?, dari buku tersebut aku mulai banyak belajar tentang mimpi, semangat dan perjuangan. Kemudian aku coba menyelami dunia mereka, karena saya juga ingin seperti mereka. Dalam hati selalu menyulutkan semangat bila mereka bisa kenapa kita mesti tidak bisa.
Tak lupa aku membeli tiket seminar Bapak Johanes Arifin Wijaya yang diselenggarakan di Masjid Amar Wanchai Hong Kong pada tanggal 28 Desember 2014 dengan tema “THE POWER OF BISA TO BE GREAT PEOPLE.”
Ada banyak keajaiban yang terjadi setelah aku mengikuti seminar Bapak Johanes. Vibarasi (getaran) untuk meraih cita-citaku semakin terang. Aku masih ingat dengan materi seminar yang diberikan dengan yel-yel “Yes I can Do It”.
Amazing semua benar-benar terjadi, mimpiku untuk menjadi seorang penulis akhirnya terwujud. Kemudian aku dipertemukan dengan Komunitas Penulis Kreatif Hong Kong ajakan dari Mbak Dinda.
Jalanku untuk menjadi seorang penulis semakin terbuka lebar. Mimpiku untuk bisa melanjutkan kuliah pun terwujud.
Alhamdulilah tahun ini aku sudah mendapatkan restu dari orangtua untuk bisa kuliah di UT HK. Padahal di buku My Motivation aku masih menulis haru akan kisahku ingin melanjutkan sekolah tidak mendapatkan restu. Padahal waktu itu aku sudah 4 tahun bekerja di Hong Kong aku terus memohon.
Setiap pagi setelah bangun tidur aktivitas “Yes I Can Do It” selalu coba aku peragakan. Sebanyak tiga kali setiap hari tapi jangan lupa ya berucap Allhamdulilah dulu sebelumya, karena Allah masih menghembuskan nafas kehidupan untuk kita.
Dalam materi seminar juga diajarakan bagaimana kita merancang masa depan yang belum terjadi, membuat road map kehidupan yang akan menjadi planning. Membuat sebuah Blue Print Kehidupan.
Gambar-gambar blue print kehidupan yang menjadi target ditempel di dinding kamar, tepat di hadapan kita saat berbaring, Hingga saat kita bangun dan beranjak tidur akan selalu ingat akan apa yang menjadi cita-cita, apa yang menjadi harapan kita. Saya tempel potongan-potongan foto kopi gambar (bahan/materi seminar) sebuah buku pak Johanes kemudian saya tutup foto beliau saya ganti dengan foto saya, saya berharap saya juga bisa seperti bapak untuk menjadi seorang penulis itu saran dari materi yang disampaikan.
Awesome semua benar-benar terjadi dan saya bisa menjadi seorang penulis, meski masih baru dan amatir. Tapi itu sudah cukup membuat hati saya berbunga-bunga karena mimpi saya terwujud.
Kemudian bersama Pak Johanes Arifin Wijaya, kami digandeng untuk menulis sebuah buku yang berjudul My Motivation. Itu merupakan buku pertama yang saya tulis, dari sebuah kisah diary biasa hingga benar-benar menjadi saksi kisah perjuanganku menggapai mimpi dan semua benar-benar terwujud. Dulu ketika aku hanya mejeng dengan karya Pak Johanes sebagai pembaca, kini aku bisa foto bersama dengan bukuku sendiri mesti itu masih karya antologi.
Saya masih ingat dengan kata-kata beliau dalam sebuah seminar, “Kita harus mau melangkah dan meletakan batu pertama untuk untuk membuat sebuah bangunan yang megah”. Tanpa langkah awal tidak mungkin kita menuju langkah selajutnya karena dengan langkah awal lah untuk kita bisa berjalan bahkan berlari hingga terbang sekali pun.
Setelah mengikuti Training The Power of Bisa ternyata mampu membuat pribadi saya yang penakut menjadi lebih berani, akan saya jabarkan hasil yang sudah saya dapatkan setelah mengikutinya:
1. Semangat semakin membara bukan hanya soal pekerjaan yang saya jalani tapi juga dalam merangkai mimpi-mimpi yang sempat tertunda.
2. Selalu mendapatkan inspirasi baru bila kembali mengingat hal-hal petuah yang disampaiakan dari seminar.
3. Selalu termotivasi untuk terus mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin dari sebuah usaha yang sudah dijalankan.
4. Mental Block berhasil saya hancurkan hingga hambatan-hambatan untuk meraih kesuksuksesan bisa teratasi.
5. Impian-impian telah berhasil saya wujudkan.
6. Lebih percaya diri, saat kita berbicara dengan orang lain, lebih pandai dalam bergaul dan menyampaiakan pendapat.
7. Hidup semakin antusias. Karena selalu ingat dengan slogan GREAT ANTUSIAS.
8. Mampu mengubah pola pikir menjadi lebih positif dalam setiap kejadian.
9. Menjadi lebih kreatif dalam setiap pembelajran hidup.
10. Lebih komintmen dalam menggapai mimpi dan cita-cita.
11. Lahirlah manusia baru yang bermental pemenang meski kegagalan sering dilalui tapi selalu tetap optimis kelak akan menjadi pemenang sejati.
Bila anda masih meragukan coba datang dan ikuti seminarnya untuk membuktikan apakah yang saya uraikan sebuah kebenaran atau sebuah kebohongan belaka. Yakinkan diri anda sendiri dulu sebelum anda mampu meyakinkan orang lain. Great Antusias.
Ceritakan kisah inspiratifmu untuk membangkitkan semangat bagi orang-orang yang sedang mulai berjuang meraih masa depan. Kayau Sahabat BMI di mana pun anda berada, Buktikan kalau BMI bisa berprestasi.
Hong Kong, 28 April 2016
Jumat, 18 Maret 2016
Asuransi Itu Haram, Yang Benar Saja, coba Kita Belajar Lagi
Asuransi
itu Haram, Semua Tergantung Niatnya
Oleh :
Murniasih
Niat menurut bahasa nawawi adalah bermaksud untuk melakukan sesuatu dan bertekad bulat untuk mengerjakannya / yang berarti dalam hati seseorang untuk melakukan sesuatu yang ingin dilakukan sedangkan menurut bahasa arabnya adalah Niyyat keinginan dalam hati untuk melakukan sesuatu tindakan yang ditujukan kepada Allah.
Karena itu berasal dari lubuk hati yang paling dalam maka itu sesuatu yang tidak mudah tertebak oleh kasat mata dan sering menimbulkan salah paham. Sama halnya kita selalu salah sangka dengan maksud dan tujuannya seseorang yang hanya mampu kita lihat dari mata. Sahabat filah pasti pernah mengalami kesalahan di mana kita mudah sekali mengomentari tindakan orang lain tanpa kita mengetahui maksud dan tujuannya dari segala tindakannya. Begitu banyak sekali orang menebak tindakan seseorang kalau itu sesuatu yang salah atau sesuatu yang benar. Padahal sejatinya tidak dapat kita memfonis tindakan seseorang tanpa mendalami maksud dan tujuannya terlebih dahulu. Terlebih bila seseorang dengan mudah memfonis sebuah halal dan haram. Karena sesuatu yang halal bisa jadi haram bila dalam keadaan darurat. Bisa jadi sesuatu yang halal menjadi haram bila tujuannya itu salah.
Kalian pernah didebat seseorang soal status asuransi itu haram, menaruh uang di Bank itu haram, menjadi agen itu haram, sebenarnya masalah ini terlalu kronis untuk dibahas, karena ibarat penyakit ini sesuatu yang terlalu lama menahun. Asuransi itu haram untuk jaman di mana sawah ladang dan gunung masih menjulang luas sampai masih bisa menyimpan uang pada investasi barang jangka panjang tapi untuk saat ini kekayaan alam semakin menyempit sampai manusia-manusia telah memenuhi alam dan jagad raya.
Orang
bilang,”Haram bila menaruh uang di Bank, lebih baik untuk beli sawah dan tanah”,
yang menjadi pertanyaanya adalah,”Bila kita menabung di Bank itu haram lalu
bagaimana cara untuk mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, apa kita mau
kembali ke jaman purba menyimpan uang itu lewat bambu, menggali lubang di bawah tanah,
atau selempitan jarik emak?”. Tentu
saja jawabannya menyimpan uang itu lebih
aman, lebih baik di Bank, sehingga mempu menghindari dari bahaya pencurian dan
perampokan di jaman moderen seperti sekarang. Bila riba yang menjadi
permasalahan, kita kembali lagi keniatan kita kita hanya menyimpan untuk
keamanan. Bila ada bunga bank dan pajak bisa kita sisihkan untuk anak-anak
yatim, kalau anda takut untuk memakannya.
Begitu pula ketika ada yang menjadi agen asuransi itu haram ketika dia tidak mampu mengemban amanat, tidak amanah dalam tugas dan tanggung jawabnya. Karena bila kita pelajari lebih tugas dari agen asuransi itu adalah menolong nasabah dari kesulitan karena bahaya yang menimpa sang nasabah. Misalnya karena kecelakan terjadi, kasus meniggal, perencanaan masa depan. Sedangkan menjadi agen asuransi itu bisa menjadi haram bila tujuannya hanya untuk mencari keuntungan dari kesulitan orang lain.
Sedangkan untuk memperkuat sebuah argument atau pernyataan, ada sebuah kutipan ayat-ayat Al Qur'an yang di ambil dari beberapa cuplikan tausyiah yang untuk meyakinkan hati ketika apa yang kita kerjakan Insya Allah bukan suatu kekeliruan.
1.Berasuransi
b ukan b erarti m enolak t akdir (QS.Al-Hasyr: 18)
"Hai orang -orang y an g beriman, bertaqwalah kepada Alloh & harus setiap hari memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat ) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "
"Hai orang -orang y an g beriman, bertaqwalah kepada Alloh & harus setiap hari memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat ) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "
2.Mempersiapkan warisan (QS.Al-Baqarah:240):
"Dan orang-orang danang (akan) meninggal dunia di antara kamu padahal ada meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri mereka(yaitu) diberi nafkah hingga 1 tahun lamanya dengan tidak menyuruh mereka pindah. Tetapi jika mereka pindah sendiri maka tiada dosa bagimu(wali) atau waris dari yang meninggal membiarkan mereka berbuat patut pada diri mereka."
3.Mempersiapkan p roteksi menghadapi hal buruk di masa akan datang (QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa ( bibit gandum) yang k a m u simpan . "
4.Mempersiapkan h ari depan (QS.An-Nissa: 9)
"Dan hendaklah takut k e p a d a All a h orang -orang y an g seandainya meninggalkan di belakang mereka anak -anak y an g lemah, y an g mereka khawatir t e rhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa k e p a d a All a h dan hendaklah mereka mengucapkan perkatan y an g benar . "
5.Asuransi b erbasis syariah itu Mulia, Rasullullah SAW bersabda:
"Pergunakanlah lima hal s e b e l u m datangnya lima hal; m uda s e b e l u m t ua, s ehat s e b e l u m s akit, k aya s e b e l u m m ISKIN, l apang s e b e l u m s empi t dan h idup s e b e l u m m ati (HR.Muslim) .
Saya akan sedikit mencerna dari kandungan dari musaf Al Qur’an
pada surat Yusuf ketika saya membacanya dan mencoba menghubungkannya pada
perencanaan keuangannya asuransi.
(QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang k a m u simpan . "
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang k a m u simpan . "
Saya ingin mencoba memebdah kata-kata yang tertera pada kandungan surat di
atas, setelah saya pelajari lebih ilustrasi perencanaan keuangan dalam
frekuensi pembayaran bulanan dalam kurun waktu 10 tahun pada premi 500 perbulan, mari kita sama
bersama-sama pelajari pada gambar di
bawah ini!
ILUSTRASI
MANFAAT NILAI TUNAI PRU-link Rupiah
Penjelasannya adalah:
Mari berasuransilah selama kita masih mampu dan sanggup,
terlebih kita kebanyakan yang bekerja di Hong Kong bisa mencapai 5 tahun lebih.
Coba kalau masa-masa itu kita gunakan sembari menyicil menabung untuk hari tua
berupa dana pensiun dan asuransi kesehatan. Kita itu pandai mengumpulkan uang tapi kita tidak bisa
mengaturnya itu yang menjadi kelemahan para BMI, hingga tidak di pungkiri
ketika kembali pulang kita selalu kalah bersaing dengan yang di tanah air,
padahal gaji yang kita kumpulkan sangat besar. Pegawai Negeri saja kalah dengan
kita, tapi kenapa kita pulang selalu kalah dalam segala segi, baik kemapanan
dan ketrampilan, dan pengaturan uang. Mari kita pulang dengan segala
perencanaan yang lebih matang menuju masa depan yang lebih terarah.
Biodata:
Penulis adalah seorang agent asuransi yang selalu siap membantu
bila ada sebuah pertanyaan seputar asuransi yang pasti asuransi kami adalah
asuransi yang sudah terdaftar di OJK( Otoritas Jasa Keuangan Sebenarnya
penulis ingin sekali berusaha menyadarkan sahabat BMI untuk sadar asuransi tapi
ternyata itu lebih dari sangat sulit semoga dengan tulisan ini, mampu membuka
pikiran para Sahabat Seperjuangan. (+852) 9433 8503
Selasa, 01 Maret 2016
Sejarah Sastra Indonesia bagi BMI( Hong Kong)
Panggung Literasi
Oleh : Murniasih
Dunia
literasi atau orang lebih mengenalnya dengan istilah dunia tulis menulis.
Menulis pada dasarnya sudah ada sejak jaman nenek moyang kita, baik pada batu,
daun, kulit binatang, kerang, tanah atau pun media lainya, semakin majunya
tekhnologi semakin baralih meunuju kertas, mesin ketik, hingga perangkat lunak
Microsof Word pada komputer.
Dunia
sastra tidak mungkin akan pudar sampai bumi ini berhenti. Sejarah dunia
literasi bisa kita simak dari abad ke-19 SASTRA “MELAYU LAMA” yang cukup berkembang
pesat. Pada tahun 1870-1942 PUJANGGA LAMA lahir, pada masa itu pekerjaan tulis
menulis dipandang sebagai pekerjaan mulia. Dari orang biasa, orang berpangkat
hingga Putra Mahkota. ANGKATAN BALAI
PUSTAKA lahir pada tahun 1920-1950,
PUJANGGA BARU pada tahun 1930-1942 dipelopori oleh Sutan
Takdir Alisjahbana atau dikenal dengan istilah STA, beliau adalah ahli bahasa
Indonesia, bahkan pada masa pendudukan jepang masih ada STA sudah melakukan modernisasai
bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi bahasa nasional yang menjadi pemersatu
bangsa. Tepatnya pada tahun 1936 beliau melakukan Tata Bahasa Baru Bahasa
Indonesia yang mana masih dipakai sampai sekarang. Gerakannya tidak hanya cukup
sampai di situ dengan pembuatan Kamus Istilah
yang berisi istilah-istilah baru yang dibutuhkan oleh Negara Baru yang
ingin mengejar modernisasi dalam berbagai bidang. Sebagai penulis ahli dan Ketua
Komisi Bahasa semasa pendudukan jepang hingga merdeka beliau belum bisa mewujudkan cita-cita terbesarnya yakni
menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantarkawasan di Asia Tenggara. Ia
kecewa , bahasa Inonesia semakin surut perkembangannya. Padahal masa sejarah
Bahasa Indonesia pernaha menggetarkan dunia linguistik saat dijadikan bahasa
persatuan untuk penduduk di 13.000 pulau di Nusantara .
Masa
Kemerdekaan yaitu Anggkatan tahun 45
seperti Chairil Anwar, Angkatan 50-an Pramoedya Ananata toer, Tahun 1960 dunia
literasi mengalami kemunduran karena pecahnya G30S di Indonesia. Angkatan 66-70
terbitnya majalah Horison, DASAWARSA 80-an seperti Yudistira Adinugraha, Remy
Sylado, Pipiet Senja, Kurniawan Junaidi, Arifin Noor Hasby. Tahun 1997 sebuah
oraganisasi kepenulisan lahir di Jakarta yang bernama Forum Lingkar Pena yang
didirikan oleh Helvi Tianarossa. Bak jamur di musim hujan sejak saat itu hingga
kini lahirlah penulis-penulis dan komunitas-komunitas baru. Sejak saat itu pulalah
dunia literasi mengalami perkambangan yang sangat tajam. Indonesia seperti terjangkit virus literasi.
Tidak dipungkiri semua mejatuhkan pilihan untuk mengembangkan bakatnya di dunia
literasi. Banyaknya pesaing malah membuat semangat lebih berkobar.
Di
Hong Kong sendiri dalam kurun waktu sepuluh tahun lebih, BMI yang melek
teknologi digital mencoba menyalurkan hobinya lewat jejaringan sosial baik
facebook, menulis di blog pribadi, alasannya
sebagai sarana produktif untuk menegosiasikan ruang geraknya. Menulis sendiri bisa sebagai sarana terapi jiwa begitu
menurut pendapat sastrawati yang bernama
Naning Pranoto. Sedangkan menurut Habiburrahman
El Shirazy atau lebih dikenal dengan Kang Abik
penulis terkenal ayat-ayat cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan Api Tauhid
sendiri mengatakan menulis itu penting karena akan bisa membangun sebuah
peradaban. Ketika manusia mampu menulis ketika itu juga manusia akan berumur
panjang, maksudnya adalah ketika telah
mati maka masih ada karya yang akan
tetap hidup.
Maka
peristiwa sejarah tidak akan pernah ada, tanpa kita mau menuliskannya.
Sejarahlah yang mengajarkan kepada generasi penerusnya. Menulislah agar kita
bisa melahirkan pemikir dan para penggerak bangsa. Karena dengan menulis pula
akan mampu mengubah nasib seseorang,
lihatlah dari kebanyakan para pemimpin besar yang suka menulis seperti,
Kartini, Soekarno, Habibi, Susilobambang Yudhoyono, Walt Disney, Volt mereka
akan tetap abadi dalam sejarah.
Lahirnya komunitas-komunitas penulis seperti FLP (Forum
lingkar Pena) pada tahun 16 Februari
2004 dan kini telah hadir juga yaitu
Komunitas Penulis Kreatif(KPKers HK). Komunitas-komunitas ini turut andil
menuntun para BMI dalam menyalurkan hobi hingga menjadi manusia yang berdaya
dan menorehkan prestasinya. Dengan visi dan misi untuk membuka mata dunia bahwa
BMI memiliki sisi kehidupan yang lain dari sekedar buruh domestik. Dan diyakinkan dengan penuturan Dorotty
Holland “Seorang BMI itu cerdas, melek
tekhnologi dan mampu bersosialisasi(1998). Mega Vristian seorang mantan BMI
juga penulis senior mengklaim bahwa BMI tidak seharusnya diremehkan hanya
karena profesi mereka .
Ketika
kita tidak memiliki cukup banyak kemampuan untuk membangun bangsa cukuplah kita
menjadi penulis yang mampu membangkitkan semangat juang para generasi bangsa.
Ingatlah peristiwa sejarah di masa lalu untuk membangkitkan dunia literasi kembali
Ingat
kembali Masa kemerdekaan yang dipimpin oleh Soekarno, beliau mengatakan
bahwa agenda pemberantasan buta huruf
menentukan martabat penguasa dan Negara Indonesia ( Djakarta, 27 Desember
1962). Simaklah pidato beliau:” … saja berkata, another greathest achievement
is our success in our compaign against illiteracy, sukses kami dalam
memberantas buta huruf ini adalah juga greates achievement. Bukan dsaja kita
menang di medan peperangan, tetapi juga di dalam memberantas buta huruf kita
talah mentjapai hasil jang sangat ‘Menjugemaken’ dan itu adalah pula salah satu
great achievement.” Mari kita lanjutkan
perjuangan beliau untuk membangun negeri yang lebih bermartabat di mata dunia
dengan menyemarakan kembali dunia litersi.
Kemampuan
tulisan yang positif akan mampu
menyalurkan energi yang positif juga. Sejatinya menulis juga bagian dari amal
jariyah bila apa yang kita tuliskan mengandung ilmu, wawasan, pengetahuan dan
manfaat. Menulis juga akan mampu menenangkan pikiran, jiwa-jiwa yang gersang,
mengurangi rasa setress telebih kita yang sebagai BMI sangat rawan dengan sesuatu
yang berhubungan dengan polemik, Marilah kita menulis untuk menenangkan jiwa
kita sendiri, mengobati kegersangan hati.
Menulis
tidak harus muluk-muluk yang berintelektual tinggi baru kita mau menulis dan
merasa tidak percaya diri untuk menggerakan pena kita. Acuhkan itu semua, tapi rebahkan beban hidup pada kertas putih
buku harianmu. Bila memang tujuanmu untuk menyalurkan ilmu banyak-banyaklah
membaca dan tulis kembali apa yang kamu temukan dari hasil buku-buku bacaanmu
lalu bagikan kepada khalayak, bila belum percaya diri untuk mengirimkan ke
media masa cukup bagikan konten positifmu lewat jejaringan sosial yaitu dunia
maya. Tentu sahabat BMI mayoritas memilikinya. (Sumber: Dunia blogging/ Pratiwi
Retyaningdyah, Bandung Mawardi, Koran Tempo 11 Februari 2013, Komunitas Pejuang
Pena dan dari berbagai sumber)
Salam
pena Kreatif.
Hong Kong, 1 Maret 2016
Langganan:
Postingan (Atom)








