Jumat, 29 April 2016


Peletak Batu Pertama 
Oleh : Murniasih

Aku teringat kisah awal perjuanganku untuk bisa sampai ke dunia tulis menulis. Penuh dengan perjalanan panjang dan berliku. Mencoba mengikuti berbagai macam seminar dan kegiatan baik yang berbayar ataupun gratis, semua saya coba jabanin untuk menuju jalan sebuah impian, iya impian untuk bisa menjadi seorang penulis. Padahal kegiatan sudah banyak kukerjakan untuk menemukan jalan itu tapi tak juga menemukan orang yang tepat untuk bisa merangkulku dengan ramah dan sabar. Bagi yang sudah ternama mungkin akan mudah untuk bisa masuk dalam suatu komunitas. Tetapi bagi para pemula sepertiku, siapa yang kenal dan siapa yang peduli dengan apa yang menjadi cita-citaku.

Dulu setiap kali  kumembaca koran ada banyak sekali teman-teman BMI yang menang dalam sebuah lomba cerpen dan sejenisnya dalam dunia literasi, karya-karya mereka di muat di surat kabar. Hati ini selalu terusik akan keinginan yang sama. Kapan aku  berada di antara mereka? Kapan aku bisa seperti mereka?. Hingga pada suatu ketika aku melihat sebuah postingan promosi buku LANGKAH MENJEMPUT SUKSES oleh sahabat BMI yang bernama Dinda Putri Sailut.Tak kusangka komentarku disambut hangat oleh Bapak Johanes Arifin Wijaya penggagas buku LANGKAH MENJEMPUT SUKSES.

Entahlan, mungkin karena perasaanku yang lebay atau gampang baperan aku merasa sangat bahagia, karena begitu ramah orang hebat seperti Pak Johanes mau menjawab pertanyaanku.

Oktober 2014  titik awal sejarah perubahan hidupku,   aku menemui Mbak Dinda untuk membeli bukunya, hatiku merasa sangat senang waktu itu, karena orangnya yang sangat ramah dan bersahabat, Pikirku ko dia baik banget ya?, dari buku tersebut aku mulai banyak belajar tentang mimpi, semangat dan perjuangan.  Kemudian aku coba  menyelami dunia mereka, karena saya juga ingin seperti mereka. Dalam hati selalu menyulutkan semangat  bila mereka bisa kenapa kita mesti tidak bisa.
Tak lupa aku membeli tiket seminar Bapak Johanes Arifin Wijaya yang diselenggarakan di Masjid Amar Wanchai Hong Kong pada tanggal 28 Desember 2014 dengan tema “THE POWER OF BISA TO BE GREAT PEOPLE.” 

Ada banyak keajaiban yang terjadi setelah aku mengikuti seminar Bapak Johanes. Vibarasi (getaran) untuk meraih cita-citaku semakin terang. Aku masih ingat dengan materi seminar yang diberikan dengan yel-yel “Yes I can Do It”. 

Amazing semua benar-benar terjadi, mimpiku untuk menjadi seorang penulis akhirnya terwujud. Kemudian aku dipertemukan dengan Komunitas Penulis Kreatif Hong Kong ajakan dari Mbak Dinda.


Jalanku untuk menjadi seorang penulis semakin terbuka lebar. Mimpiku untuk bisa melanjutkan kuliah pun terwujud.

Alhamdulilah tahun ini aku sudah mendapatkan restu dari orangtua untuk bisa kuliah di UT HK. Padahal di buku My Motivation aku masih  menulis haru akan kisahku ingin melanjutkan sekolah tidak mendapatkan restu. Padahal waktu itu aku sudah 4 tahun bekerja di Hong Kong aku terus memohon.
 Setiap pagi setelah bangun tidur aktivitas “Yes I Can Do It” selalu coba aku peragakan. Sebanyak tiga kali setiap hari tapi jangan lupa ya berucap Allhamdulilah dulu sebelumya, karena Allah masih menghembuskan nafas kehidupan untuk kita.

Dalam materi seminar juga diajarakan bagaimana kita merancang masa depan yang belum terjadi, membuat road map kehidupan yang akan menjadi planning. Membuat sebuah Blue Print Kehidupan. 


Gambar-gambar blue print kehidupan yang menjadi target ditempel di dinding kamar,  tepat di hadapan kita saat berbaring, Hingga saat kita bangun dan beranjak tidur akan selalu ingat akan apa yang menjadi cita-cita, apa yang menjadi harapan kita. Saya tempel potongan-potongan  foto kopi gambar (bahan/materi seminar) sebuah buku pak Johanes  kemudian saya tutup foto beliau saya ganti dengan foto saya, saya berharap saya juga bisa seperti bapak untuk menjadi seorang penulis itu saran dari materi yang disampaikan.


 Awesome semua benar-benar terjadi dan saya bisa menjadi seorang penulis, meski masih baru dan amatir. Tapi itu sudah cukup membuat hati saya berbunga-bunga karena mimpi saya terwujud.

Kemudian bersama Pak Johanes Arifin Wijaya, kami digandeng untuk menulis sebuah buku yang berjudul My Motivation. Itu merupakan buku pertama yang saya tulis, dari sebuah kisah diary  biasa hingga benar-benar menjadi saksi kisah perjuanganku menggapai mimpi dan  semua benar-benar terwujud. Dulu ketika aku hanya mejeng dengan karya Pak Johanes sebagai pembaca, kini aku bisa foto bersama dengan bukuku sendiri mesti itu masih karya antologi.





Saya masih ingat dengan kata-kata beliau dalam sebuah seminar, “Kita harus mau melangkah dan meletakan batu pertama untuk untuk membuat sebuah bangunan yang megah”. Tanpa  langkah awal tidak mungkin kita  menuju langkah selajutnya karena dengan langkah awal lah untuk kita bisa berjalan bahkan berlari hingga terbang sekali pun.

Setelah mengikuti Training The Power of  Bisa ternyata mampu membuat pribadi saya  yang penakut menjadi lebih berani, akan saya jabarkan hasil yang sudah saya dapatkan setelah mengikutinya:

1. Semangat semakin membara bukan hanya soal pekerjaan yang saya jalani tapi juga dalam merangkai mimpi-mimpi yang sempat tertunda.
2. Selalu mendapatkan inspirasi baru bila kembali mengingat hal-hal petuah yang disampaiakan dari seminar.
3. Selalu termotivasi untuk terus mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin dari sebuah usaha yang sudah dijalankan.
4. Mental Block berhasil saya hancurkan hingga hambatan-hambatan untuk meraih kesuksuksesan bisa teratasi.
5. Impian-impian telah berhasil saya wujudkan.
6. Lebih percaya diri, saat kita berbicara dengan orang lain, lebih pandai dalam bergaul dan menyampaiakan pendapat.
7. Hidup semakin antusias. Karena selalu ingat dengan slogan GREAT ANTUSIAS.
8. Mampu mengubah pola pikir menjadi lebih positif dalam setiap kejadian.
9. Menjadi lebih kreatif dalam setiap pembelajran hidup.
10. Lebih komintmen dalam menggapai mimpi dan cita-cita.
11. Lahirlah manusia baru yang bermental pemenang meski kegagalan sering dilalui tapi selalu tetap optimis kelak akan menjadi pemenang sejati.

Bila anda masih meragukan coba datang dan ikuti seminarnya untuk membuktikan apakah yang saya uraikan sebuah kebenaran atau sebuah kebohongan belaka. Yakinkan diri anda sendiri dulu sebelum anda mampu meyakinkan orang lain. Great Antusias.

Ceritakan kisah inspiratifmu  untuk membangkitkan semangat bagi orang-orang yang sedang mulai berjuang meraih masa depan. Kayau Sahabat BMI di mana pun anda berada, Buktikan kalau BMI bisa berprestasi.

Hong Kong, 28 April 2016

Jumat, 18 Maret 2016

Asuransi Itu Haram, Yang Benar Saja, coba Kita Belajar Lagi









Asuransi itu Haram, Semua Tergantung Niatnya

Oleh : Murniasih

Niat menurut bahasa nawawi  adalah bermaksud untuk melakukan sesuatu dan bertekad bulat untuk mengerjakannya / yang berarti dalam hati seseorang untuk melakukan sesuatu yang ingin dilakukan   sedangkan menurut bahasa arabnya adalah Niyyat keinginan dalam hati untuk melakukan sesuatu tindakan yang ditujukan kepada Allah.

Karena itu berasal dari lubuk hati yang paling dalam maka itu sesuatu yang tidak mudah tertebak oleh kasat mata dan sering menimbulkan salah paham. Sama halnya kita selalu salah sangka dengan maksud dan tujuannya seseorang yang hanya mampu kita lihat dari mata. Sahabat filah pasti pernah mengalami kesalahan di mana kita mudah sekali mengomentari tindakan orang lain tanpa kita mengetahui maksud dan tujuannya dari segala tindakannya. Begitu banyak sekali orang menebak tindakan seseorang kalau itu sesuatu yang salah atau sesuatu yang benar. Padahal sejatinya tidak dapat kita memfonis tindakan seseorang tanpa mendalami maksud dan tujuannya terlebih dahulu. Terlebih bila seseorang dengan mudah memfonis sebuah halal dan haram. Karena sesuatu yang halal bisa jadi haram bila dalam keadaan darurat. Bisa jadi sesuatu yang halal menjadi haram bila tujuannya itu salah.

Kalian pernah didebat seseorang soal status asuransi itu haram, menaruh uang di Bank itu haram, menjadi agen itu haram, sebenarnya masalah ini terlalu kronis untuk dibahas, karena ibarat penyakit ini sesuatu yang terlalu lama menahun. Asuransi itu haram untuk jaman di mana sawah ladang dan gunung masih menjulang luas sampai masih bisa menyimpan uang pada investasi barang jangka panjang tapi untuk saat ini kekayaan alam semakin menyempit sampai manusia-manusia telah memenuhi alam dan jagad raya.
Orang bilang,”Haram bila menaruh uang di Bank, lebih baik untuk beli sawah dan tanah”, yang menjadi pertanyaanya adalah,”Bila kita menabung di Bank itu haram lalu bagaimana cara untuk mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, apa kita mau kembali ke jaman purba menyimpan uang itu  lewat bambu, menggali lubang di bawah tanah, atau selempitan jarik emak?”. Tentu saja jawabannya  menyimpan uang itu lebih aman, lebih baik di Bank, sehingga mempu menghindari dari bahaya pencurian dan perampokan di jaman moderen seperti sekarang. Bila riba yang menjadi permasalahan, kita kembali lagi keniatan kita kita hanya menyimpan untuk keamanan. Bila ada bunga bank dan pajak bisa kita sisihkan untuk anak-anak yatim, kalau anda takut untuk memakannya.
Begitu pula ketika ada yang menjadi agen asuransi itu haram ketika dia tidak mampu mengemban amanat, tidak amanah dalam tugas dan tanggung jawabnya. Karena bila kita pelajari lebih tugas dari agen asuransi itu adalah menolong nasabah dari kesulitan karena bahaya yang menimpa sang nasabah. Misalnya karena kecelakan terjadi, kasus meniggal, perencanaan masa depan. Sedangkan menjadi agen asuransi itu bisa menjadi haram bila tujuannya hanya untuk mencari keuntungan dari  kesulitan orang lain.

Sedangkan untuk memperkuat sebuah argument atau pernyataan, ada sebuah kutipan   ayat-ayat Al Qur'an yang di ambil dari beberapa cuplikan tausyiah  yang  untuk meyakinkan hati ketika apa yang kita kerjakan Insya Allah bukan suatu kekeliruan.

1.Berasuransi b ukan b erarti m enolak t akdir (QS.Al-Hasyr: 18)
"Hai orang
-orang  y an g beriman, bertaqwalah kepada Alloh & harus setiap hari memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat ) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "

2.Mempersiapkan
warisan (QS.Al-Baqarah:240):
"Dan orang
-orang  danang (akan) meninggal dunia di antara kamu padahal ada meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri mereka(yaitu) diberi nafkah hingga 1 tahun lamanya dengan tidak menyuruh mereka pindah. Tetapi jika mereka pindah sendiri maka tiada dosa bagimu(wali) atau waris dari yang meninggal membiarkan mereka berbuat patut pada diri mereka."

3.Mempersiapkan
p roteksi menghadapi hal buruk di masa akan datang (QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam
tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa ( bibit gandum) yang k a m u simpan . "

4.Mempersiapkan
h ari depan (QS.An-Nissa: 9)
"Dan hendaklah takut k
e p a d a All a h orang -orang y an g seandainya meninggalkan di belakang mereka anak -anak  y an g lemah, y an g mereka khawatir t e rhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa k e p a d a All a h dan hendaklah mereka mengucapkan perkatan y an g benar . "

5.Asuransi
b erbasis syariah itu Mulia, Rasullullah SAW bersabda:
"Pergunakanlah
lima hal s e b e l u m datangnya lima hal; m uda s e b e l u m t ua, s ehat s e b e l u m s akit, k aya s e b e l u m m ISKIN, l apang s e b e l u m s empi t dan h idup s e b e l u m m ati (HR.Muslim) .
 
Saya akan sedikit mencerna dari kandungan dari musaf Al Qur’an pada surat Yusuf ketika saya membacanya dan mencoba menghubungkannya pada perencanaan keuangannya asuransi.
(QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam
tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang k a m u simpan . "

Saya ingin mencoba memebdah  kata-kata yang tertera pada kandungan surat di atas, setelah saya pelajari lebih ilustrasi perencanaan keuangan dalam frekuensi pembayaran bulanan dalam kurun waktu 10 tahun  pada premi 500 perbulan, mari kita sama bersama-sama pelajari  pada gambar di bawah ini!
ILUSTRASI MANFAAT NILAI TUNAI PRU-link Rupiah


            
 Penjelasannya adalah:
*      Tahun ke-1 total pembayran selama satu tahun = Rp 6.000.000  setelah di proses pihak asuransi untuk biaya administrasi pertama dan uang di putar untuk berbagai investasi ternyata uang tidak mendapatkan keuntungan sama sekali menjadi  hanya Rp 3.757.000 bila kita amati memang kita mandapatakn kerugian yang sangat signifigan dan itu berlansung selama 7 tahun awal, dalam hitungan tahun ke-7 total pembayaran = Rp 42.000.000, tetapi pada ilustrasi disebutkan sudah melewati  dalam masa krisis dengan total akhir perhitungan menjiadi = Rp 48.020.000, berarti sudah memasuki masa panen tujuh tahun pertama dengan keuntungan(-+) Rp 6.000.000 dan terus mengalami keuntungan di tahun-tahun berikutnya (tahun 8,9,10) dan bila uang tidak bisa kita ambil makan uang akan terus dan terus mengalami peningkatan. Tapi ingat kembali pada niat hati anda memulainya,niat anda untuk berasuransi untuk memproteksi diri, bukan untuk mengumpulkan keuntungan atau riba. Uang agap saya itu hasil panen yang sudah kita panen selama tujuh tahun, karena pernah saya membaca bila uang mengalami kerugian/ penurunan / berkurang akibat pajak dan administrasi ibaratnya dia mengungkit tentang riba itu sendiri  sedangkan  menurutnya sesuatu yang berhubungan dengan riba itu haram, dalam hal ini disebutkan kalau pihak nasabah yang menglami kerugian sekarang kita kembali bertanya pada tujuan awal kita mengikuti asuransi adalah bukan untuk mengambil keuntungan uang tapi tujuan dari asuransi adalah untuk memproteksi diri dari segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, terbebas dari jeratan Bank memikirkan bunga dan pajak.

Mari berasuransilah selama kita masih mampu dan sanggup, terlebih kita kebanyakan yang bekerja di Hong Kong bisa mencapai 5 tahun lebih. Coba kalau masa-masa itu kita gunakan sembari menyicil menabung untuk hari tua berupa dana pensiun dan asuransi kesehatan. Kita itu  pandai mengumpulkan uang tapi kita tidak bisa mengaturnya itu yang menjadi kelemahan para BMI, hingga tidak di pungkiri ketika kembali pulang kita selalu kalah bersaing dengan yang di tanah air, padahal gaji yang kita kumpulkan sangat besar. Pegawai Negeri saja kalah dengan kita, tapi kenapa kita pulang selalu kalah dalam segala segi, baik kemapanan dan ketrampilan, dan pengaturan uang. Mari kita pulang dengan segala perencanaan yang lebih matang menuju masa depan yang lebih terarah.








Biodata:


Penulis adalah seorang agent asuransi yang selalu siap membantu bila ada sebuah pertanyaan seputar asuransi yang pasti asuransi kami adalah asuransi yang sudah terdaftar di OJK( Otoritas Jasa Keuangan Sebenarnya penulis ingin sekali berusaha menyadarkan sahabat BMI untuk sadar asuransi tapi ternyata itu lebih dari sangat sulit semoga dengan tulisan ini, mampu membuka pikiran para Sahabat Seperjuangan. (+852) 9433 8503

























Selasa, 01 Maret 2016

Sejarah Sastra Indonesia bagi BMI( Hong Kong)



Panggung Literasi
Oleh : Murniasih


Dunia literasi atau orang lebih mengenalnya dengan istilah dunia tulis menulis. Menulis pada dasarnya sudah ada sejak jaman nenek moyang kita, baik pada batu, daun, kulit binatang, kerang, tanah atau pun media lainya, semakin majunya tekhnologi  semakin baralih meunuju  kertas, mesin ketik, hingga perangkat lunak Microsof Word pada komputer.
Dunia sastra tidak mungkin akan pudar sampai bumi ini berhenti. Sejarah dunia literasi bisa kita simak dari abad ke-19 SASTRA “MELAYU LAMA” yang cukup berkembang pesat. Pada tahun 1870-1942 PUJANGGA LAMA lahir, pada masa itu pekerjaan tulis menulis dipandang sebagai pekerjaan mulia. Dari orang biasa, orang berpangkat hingga Putra Mahkota.  ANGKATAN BALAI PUSTAKA lahir pada  tahun 1920-1950, PUJANGGA BARU pada tahun 1930-1942 dipelopori oleh   Sutan Takdir Alisjahbana atau dikenal dengan istilah STA, beliau adalah ahli bahasa Indonesia, bahkan pada masa pendudukan jepang masih ada STA sudah melakukan modernisasai bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi bahasa nasional yang menjadi pemersatu bangsa. Tepatnya pada tahun 1936 beliau melakukan Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia yang mana masih dipakai sampai sekarang. Gerakannya tidak hanya cukup sampai di situ dengan pembuatan Kamus Istilah  yang berisi istilah-istilah baru yang dibutuhkan oleh Negara Baru yang ingin mengejar modernisasi dalam berbagai bidang. Sebagai penulis ahli dan Ketua Komisi Bahasa semasa pendudukan jepang hingga merdeka beliau belum  bisa mewujudkan cita-cita terbesarnya yakni menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantarkawasan di Asia Tenggara. Ia kecewa , bahasa Inonesia semakin surut perkembangannya. Padahal masa sejarah Bahasa Indonesia pernaha menggetarkan dunia linguistik saat dijadikan bahasa persatuan untuk penduduk di 13.000 pulau di Nusantara .

Masa Kemerdekaan yaitu  Anggkatan tahun 45 seperti Chairil Anwar, Angkatan 50-an Pramoedya Ananata toer, Tahun 1960 dunia literasi mengalami kemunduran karena pecahnya G30S di Indonesia. Angkatan 66-70 terbitnya majalah Horison, DASAWARSA 80-an seperti Yudistira Adinugraha, Remy Sylado, Pipiet Senja, Kurniawan Junaidi, Arifin Noor Hasby. Tahun 1997 sebuah oraganisasi kepenulisan lahir di Jakarta yang bernama Forum Lingkar Pena yang didirikan oleh Helvi Tianarossa. Bak jamur di musim hujan sejak saat itu hingga kini lahirlah penulis-penulis dan komunitas-komunitas baru. Sejak saat itu pulalah dunia literasi mengalami perkambangan yang sangat tajam.  Indonesia seperti terjangkit virus literasi. Tidak dipungkiri semua mejatuhkan pilihan untuk mengembangkan bakatnya di dunia literasi. Banyaknya pesaing malah membuat semangat lebih berkobar.
Di Hong Kong sendiri dalam kurun waktu sepuluh tahun lebih, BMI yang melek teknologi digital mencoba menyalurkan hobinya lewat jejaringan sosial baik facebook, menulis di blog pribadi, alasannya  sebagai sarana produktif untuk menegosiasikan ruang geraknya. Menulis sendiri  bisa sebagai sarana terapi jiwa begitu menurut pendapat sastrawati  yang bernama Naning Pranoto. Sedangkan menurut   Habiburrahman El Shirazy atau lebih dikenal dengan Kang Abik  penulis terkenal ayat-ayat cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan Api Tauhid sendiri mengatakan menulis itu penting karena akan bisa membangun sebuah peradaban. Ketika manusia mampu menulis ketika itu juga manusia akan berumur panjang, maksudnya adalah ketika   telah mati  maka masih ada karya yang akan tetap hidup.
Maka peristiwa sejarah tidak akan pernah ada, tanpa kita mau menuliskannya. Sejarahlah yang mengajarkan kepada generasi penerusnya. Menulislah agar kita bisa melahirkan pemikir dan para penggerak bangsa. Karena dengan menulis pula akan mampu mengubah nasib  seseorang, lihatlah dari kebanyakan para pemimpin besar yang suka menulis seperti, Kartini, Soekarno, Habibi, Susilobambang Yudhoyono, Walt Disney, Volt mereka akan tetap abadi dalam  sejarah.


Lahirnya komunitas-komunitas penulis seperti FLP (Forum lingkar Pena) pada tahun  16 Februari 2004  dan kini telah hadir juga yaitu Komunitas Penulis Kreatif(KPKers HK). Komunitas-komunitas ini turut andil menuntun para BMI dalam menyalurkan hobi hingga menjadi manusia yang berdaya dan menorehkan prestasinya. Dengan visi dan misi untuk membuka mata dunia bahwa BMI memiliki sisi kehidupan yang lain dari sekedar buruh domestik.  Dan diyakinkan dengan penuturan Dorotty Holland “Seorang  BMI itu cerdas, melek tekhnologi dan mampu bersosialisasi(1998). Mega Vristian seorang mantan BMI juga penulis senior mengklaim bahwa BMI tidak seharusnya diremehkan hanya karena profesi mereka .

Ketika kita tidak memiliki cukup banyak kemampuan untuk membangun bangsa cukuplah kita menjadi penulis yang mampu membangkitkan semangat juang para generasi bangsa. Ingatlah peristiwa sejarah di masa lalu untuk membangkitkan dunia literasi kembali
Ingat kembali Masa kemerdekaan yang dipimpin oleh Soekarno, beliau mengatakan bahwa  agenda pemberantasan buta huruf menentukan martabat penguasa dan Negara Indonesia ( Djakarta, 27 Desember 1962). Simaklah pidato beliau:” … saja berkata, another greathest achievement is our success in our compaign against illiteracy, sukses kami dalam memberantas buta huruf ini adalah juga greates achievement. Bukan dsaja kita menang di medan peperangan, tetapi juga di dalam memberantas buta huruf kita talah mentjapai hasil jang sangat ‘Menjugemaken’ dan itu adalah pula salah satu great achievement.”  Mari kita lanjutkan perjuangan beliau untuk membangun negeri yang lebih bermartabat di mata dunia dengan menyemarakan kembali dunia litersi.
Kemampuan tulisan yang positif akan  mampu menyalurkan energi yang positif juga. Sejatinya menulis juga bagian dari amal jariyah bila apa yang kita tuliskan mengandung ilmu, wawasan, pengetahuan dan manfaat. Menulis juga akan mampu menenangkan pikiran, jiwa-jiwa yang gersang, mengurangi rasa setress telebih kita yang sebagai BMI sangat rawan dengan sesuatu yang berhubungan dengan polemik, Marilah kita menulis untuk menenangkan jiwa kita sendiri, mengobati kegersangan hati.

Menulis tidak harus muluk-muluk yang berintelektual tinggi baru kita mau menulis dan merasa tidak percaya diri untuk menggerakan pena kita. Acuhkan itu semua,  tapi rebahkan beban hidup pada kertas putih buku harianmu. Bila memang tujuanmu untuk menyalurkan ilmu banyak-banyaklah membaca dan tulis kembali apa yang kamu temukan dari hasil buku-buku bacaanmu lalu bagikan kepada khalayak, bila belum percaya diri untuk mengirimkan ke media masa cukup bagikan konten positifmu lewat jejaringan sosial yaitu dunia maya. Tentu sahabat BMI mayoritas memilikinya. (Sumber: Dunia blogging/ Pratiwi Retyaningdyah, Bandung Mawardi, Koran Tempo 11 Februari 2013, Komunitas Pejuang Pena dan dari berbagai sumber)
Salam pena Kreatif.


 Hong Kong, 1 Maret 2016