Jumat, 18 Maret 2016

Asuransi Itu Haram, Yang Benar Saja, coba Kita Belajar Lagi









Asuransi itu Haram, Semua Tergantung Niatnya

Oleh : Murniasih

Niat menurut bahasa nawawi  adalah bermaksud untuk melakukan sesuatu dan bertekad bulat untuk mengerjakannya / yang berarti dalam hati seseorang untuk melakukan sesuatu yang ingin dilakukan   sedangkan menurut bahasa arabnya adalah Niyyat keinginan dalam hati untuk melakukan sesuatu tindakan yang ditujukan kepada Allah.

Karena itu berasal dari lubuk hati yang paling dalam maka itu sesuatu yang tidak mudah tertebak oleh kasat mata dan sering menimbulkan salah paham. Sama halnya kita selalu salah sangka dengan maksud dan tujuannya seseorang yang hanya mampu kita lihat dari mata. Sahabat filah pasti pernah mengalami kesalahan di mana kita mudah sekali mengomentari tindakan orang lain tanpa kita mengetahui maksud dan tujuannya dari segala tindakannya. Begitu banyak sekali orang menebak tindakan seseorang kalau itu sesuatu yang salah atau sesuatu yang benar. Padahal sejatinya tidak dapat kita memfonis tindakan seseorang tanpa mendalami maksud dan tujuannya terlebih dahulu. Terlebih bila seseorang dengan mudah memfonis sebuah halal dan haram. Karena sesuatu yang halal bisa jadi haram bila dalam keadaan darurat. Bisa jadi sesuatu yang halal menjadi haram bila tujuannya itu salah.

Kalian pernah didebat seseorang soal status asuransi itu haram, menaruh uang di Bank itu haram, menjadi agen itu haram, sebenarnya masalah ini terlalu kronis untuk dibahas, karena ibarat penyakit ini sesuatu yang terlalu lama menahun. Asuransi itu haram untuk jaman di mana sawah ladang dan gunung masih menjulang luas sampai masih bisa menyimpan uang pada investasi barang jangka panjang tapi untuk saat ini kekayaan alam semakin menyempit sampai manusia-manusia telah memenuhi alam dan jagad raya.
Orang bilang,”Haram bila menaruh uang di Bank, lebih baik untuk beli sawah dan tanah”, yang menjadi pertanyaanya adalah,”Bila kita menabung di Bank itu haram lalu bagaimana cara untuk mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, apa kita mau kembali ke jaman purba menyimpan uang itu  lewat bambu, menggali lubang di bawah tanah, atau selempitan jarik emak?”. Tentu saja jawabannya  menyimpan uang itu lebih aman, lebih baik di Bank, sehingga mempu menghindari dari bahaya pencurian dan perampokan di jaman moderen seperti sekarang. Bila riba yang menjadi permasalahan, kita kembali lagi keniatan kita kita hanya menyimpan untuk keamanan. Bila ada bunga bank dan pajak bisa kita sisihkan untuk anak-anak yatim, kalau anda takut untuk memakannya.
Begitu pula ketika ada yang menjadi agen asuransi itu haram ketika dia tidak mampu mengemban amanat, tidak amanah dalam tugas dan tanggung jawabnya. Karena bila kita pelajari lebih tugas dari agen asuransi itu adalah menolong nasabah dari kesulitan karena bahaya yang menimpa sang nasabah. Misalnya karena kecelakan terjadi, kasus meniggal, perencanaan masa depan. Sedangkan menjadi agen asuransi itu bisa menjadi haram bila tujuannya hanya untuk mencari keuntungan dari  kesulitan orang lain.

Sedangkan untuk memperkuat sebuah argument atau pernyataan, ada sebuah kutipan   ayat-ayat Al Qur'an yang di ambil dari beberapa cuplikan tausyiah  yang  untuk meyakinkan hati ketika apa yang kita kerjakan Insya Allah bukan suatu kekeliruan.

1.Berasuransi b ukan b erarti m enolak t akdir (QS.Al-Hasyr: 18)
"Hai orang
-orang  y an g beriman, bertaqwalah kepada Alloh & harus setiap hari memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat ) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "

2.Mempersiapkan
warisan (QS.Al-Baqarah:240):
"Dan orang
-orang  danang (akan) meninggal dunia di antara kamu padahal ada meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri mereka(yaitu) diberi nafkah hingga 1 tahun lamanya dengan tidak menyuruh mereka pindah. Tetapi jika mereka pindah sendiri maka tiada dosa bagimu(wali) atau waris dari yang meninggal membiarkan mereka berbuat patut pada diri mereka."

3.Mempersiapkan
p roteksi menghadapi hal buruk di masa akan datang (QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam
tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa ( bibit gandum) yang k a m u simpan . "

4.Mempersiapkan
h ari depan (QS.An-Nissa: 9)
"Dan hendaklah takut k
e p a d a All a h orang -orang y an g seandainya meninggalkan di belakang mereka anak -anak  y an g lemah, y an g mereka khawatir t e rhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa k e p a d a All a h dan hendaklah mereka mengucapkan perkatan y an g benar . "

5.Asuransi
b erbasis syariah itu Mulia, Rasullullah SAW bersabda:
"Pergunakanlah
lima hal s e b e l u m datangnya lima hal; m uda s e b e l u m t ua, s ehat s e b e l u m s akit, k aya s e b e l u m m ISKIN, l apang s e b e l u m s empi t dan h idup s e b e l u m m ati (HR.Muslim) .
 
Saya akan sedikit mencerna dari kandungan dari musaf Al Qur’an pada surat Yusuf ketika saya membacanya dan mencoba menghubungkannya pada perencanaan keuangannya asuransi.
(QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam
tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang k a m u simpan . "

Saya ingin mencoba memebdah  kata-kata yang tertera pada kandungan surat di atas, setelah saya pelajari lebih ilustrasi perencanaan keuangan dalam frekuensi pembayaran bulanan dalam kurun waktu 10 tahun  pada premi 500 perbulan, mari kita sama bersama-sama pelajari  pada gambar di bawah ini!
ILUSTRASI MANFAAT NILAI TUNAI PRU-link Rupiah


            
 Penjelasannya adalah:
*      Tahun ke-1 total pembayran selama satu tahun = Rp 6.000.000  setelah di proses pihak asuransi untuk biaya administrasi pertama dan uang di putar untuk berbagai investasi ternyata uang tidak mendapatkan keuntungan sama sekali menjadi  hanya Rp 3.757.000 bila kita amati memang kita mandapatakn kerugian yang sangat signifigan dan itu berlansung selama 7 tahun awal, dalam hitungan tahun ke-7 total pembayaran = Rp 42.000.000, tetapi pada ilustrasi disebutkan sudah melewati  dalam masa krisis dengan total akhir perhitungan menjiadi = Rp 48.020.000, berarti sudah memasuki masa panen tujuh tahun pertama dengan keuntungan(-+) Rp 6.000.000 dan terus mengalami keuntungan di tahun-tahun berikutnya (tahun 8,9,10) dan bila uang tidak bisa kita ambil makan uang akan terus dan terus mengalami peningkatan. Tapi ingat kembali pada niat hati anda memulainya,niat anda untuk berasuransi untuk memproteksi diri, bukan untuk mengumpulkan keuntungan atau riba. Uang agap saya itu hasil panen yang sudah kita panen selama tujuh tahun, karena pernah saya membaca bila uang mengalami kerugian/ penurunan / berkurang akibat pajak dan administrasi ibaratnya dia mengungkit tentang riba itu sendiri  sedangkan  menurutnya sesuatu yang berhubungan dengan riba itu haram, dalam hal ini disebutkan kalau pihak nasabah yang menglami kerugian sekarang kita kembali bertanya pada tujuan awal kita mengikuti asuransi adalah bukan untuk mengambil keuntungan uang tapi tujuan dari asuransi adalah untuk memproteksi diri dari segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, terbebas dari jeratan Bank memikirkan bunga dan pajak.

Mari berasuransilah selama kita masih mampu dan sanggup, terlebih kita kebanyakan yang bekerja di Hong Kong bisa mencapai 5 tahun lebih. Coba kalau masa-masa itu kita gunakan sembari menyicil menabung untuk hari tua berupa dana pensiun dan asuransi kesehatan. Kita itu  pandai mengumpulkan uang tapi kita tidak bisa mengaturnya itu yang menjadi kelemahan para BMI, hingga tidak di pungkiri ketika kembali pulang kita selalu kalah bersaing dengan yang di tanah air, padahal gaji yang kita kumpulkan sangat besar. Pegawai Negeri saja kalah dengan kita, tapi kenapa kita pulang selalu kalah dalam segala segi, baik kemapanan dan ketrampilan, dan pengaturan uang. Mari kita pulang dengan segala perencanaan yang lebih matang menuju masa depan yang lebih terarah.








Biodata:


Penulis adalah seorang agent asuransi yang selalu siap membantu bila ada sebuah pertanyaan seputar asuransi yang pasti asuransi kami adalah asuransi yang sudah terdaftar di OJK( Otoritas Jasa Keuangan Sebenarnya penulis ingin sekali berusaha menyadarkan sahabat BMI untuk sadar asuransi tapi ternyata itu lebih dari sangat sulit semoga dengan tulisan ini, mampu membuka pikiran para Sahabat Seperjuangan. (+852) 9433 8503

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar