Asuransi
itu Haram, Semua Tergantung Niatnya
Oleh :
Murniasih
Niat menurut bahasa nawawi adalah bermaksud untuk melakukan sesuatu dan bertekad bulat untuk mengerjakannya / yang berarti dalam hati seseorang untuk melakukan sesuatu yang ingin dilakukan sedangkan menurut bahasa arabnya adalah Niyyat keinginan dalam hati untuk melakukan sesuatu tindakan yang ditujukan kepada Allah.
Karena itu berasal dari lubuk hati yang paling dalam maka itu sesuatu yang tidak mudah tertebak oleh kasat mata dan sering menimbulkan salah paham. Sama halnya kita selalu salah sangka dengan maksud dan tujuannya seseorang yang hanya mampu kita lihat dari mata. Sahabat filah pasti pernah mengalami kesalahan di mana kita mudah sekali mengomentari tindakan orang lain tanpa kita mengetahui maksud dan tujuannya dari segala tindakannya. Begitu banyak sekali orang menebak tindakan seseorang kalau itu sesuatu yang salah atau sesuatu yang benar. Padahal sejatinya tidak dapat kita memfonis tindakan seseorang tanpa mendalami maksud dan tujuannya terlebih dahulu. Terlebih bila seseorang dengan mudah memfonis sebuah halal dan haram. Karena sesuatu yang halal bisa jadi haram bila dalam keadaan darurat. Bisa jadi sesuatu yang halal menjadi haram bila tujuannya itu salah.
Kalian pernah didebat seseorang soal status asuransi itu haram, menaruh uang di Bank itu haram, menjadi agen itu haram, sebenarnya masalah ini terlalu kronis untuk dibahas, karena ibarat penyakit ini sesuatu yang terlalu lama menahun. Asuransi itu haram untuk jaman di mana sawah ladang dan gunung masih menjulang luas sampai masih bisa menyimpan uang pada investasi barang jangka panjang tapi untuk saat ini kekayaan alam semakin menyempit sampai manusia-manusia telah memenuhi alam dan jagad raya.
Orang
bilang,”Haram bila menaruh uang di Bank, lebih baik untuk beli sawah dan tanah”,
yang menjadi pertanyaanya adalah,”Bila kita menabung di Bank itu haram lalu
bagaimana cara untuk mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, apa kita mau
kembali ke jaman purba menyimpan uang itu lewat bambu, menggali lubang di bawah tanah,
atau selempitan jarik emak?”. Tentu
saja jawabannya menyimpan uang itu lebih
aman, lebih baik di Bank, sehingga mempu menghindari dari bahaya pencurian dan
perampokan di jaman moderen seperti sekarang. Bila riba yang menjadi
permasalahan, kita kembali lagi keniatan kita kita hanya menyimpan untuk
keamanan. Bila ada bunga bank dan pajak bisa kita sisihkan untuk anak-anak
yatim, kalau anda takut untuk memakannya.
Begitu pula ketika ada yang menjadi agen asuransi itu haram ketika dia tidak mampu mengemban amanat, tidak amanah dalam tugas dan tanggung jawabnya. Karena bila kita pelajari lebih tugas dari agen asuransi itu adalah menolong nasabah dari kesulitan karena bahaya yang menimpa sang nasabah. Misalnya karena kecelakan terjadi, kasus meniggal, perencanaan masa depan. Sedangkan menjadi agen asuransi itu bisa menjadi haram bila tujuannya hanya untuk mencari keuntungan dari kesulitan orang lain.
Sedangkan untuk memperkuat sebuah argument atau pernyataan, ada sebuah kutipan ayat-ayat Al Qur'an yang di ambil dari beberapa cuplikan tausyiah yang untuk meyakinkan hati ketika apa yang kita kerjakan Insya Allah bukan suatu kekeliruan.
1.Berasuransi
b ukan b erarti m enolak t akdir (QS.Al-Hasyr: 18)
"Hai orang -orang y an g beriman, bertaqwalah kepada Alloh & harus setiap hari memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat ) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "
"Hai orang -orang y an g beriman, bertaqwalah kepada Alloh & harus setiap hari memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat ) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. "
2.Mempersiapkan warisan (QS.Al-Baqarah:240):
"Dan orang-orang danang (akan) meninggal dunia di antara kamu padahal ada meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri mereka(yaitu) diberi nafkah hingga 1 tahun lamanya dengan tidak menyuruh mereka pindah. Tetapi jika mereka pindah sendiri maka tiada dosa bagimu(wali) atau waris dari yang meninggal membiarkan mereka berbuat patut pada diri mereka."
3.Mempersiapkan p roteksi menghadapi hal buruk di masa akan datang (QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa ( bibit gandum) yang k a m u simpan . "
4.Mempersiapkan h ari depan (QS.An-Nissa: 9)
"Dan hendaklah takut k e p a d a All a h orang -orang y an g seandainya meninggalkan di belakang mereka anak -anak y an g lemah, y an g mereka khawatir t e rhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa k e p a d a All a h dan hendaklah mereka mengucapkan perkatan y an g benar . "
5.Asuransi b erbasis syariah itu Mulia, Rasullullah SAW bersabda:
"Pergunakanlah lima hal s e b e l u m datangnya lima hal; m uda s e b e l u m t ua, s ehat s e b e l u m s akit, k aya s e b e l u m m ISKIN, l apang s e b e l u m s empi t dan h idup s e b e l u m m ati (HR.Muslim) .
Saya akan sedikit mencerna dari kandungan dari musaf Al Qur’an
pada surat Yusuf ketika saya membacanya dan mencoba menghubungkannya pada
perencanaan keuangannya asuransi.
(QS.YUSUF: 47-48)
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang k a m u simpan . "
Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh t ahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang 7 tahun yang sangat s ulit; yang menghabiskan apa yang kamu simpan unt u k menghadapinya (tahun sulit); kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang k a m u simpan . "
Saya ingin mencoba memebdah kata-kata yang tertera pada kandungan surat di
atas, setelah saya pelajari lebih ilustrasi perencanaan keuangan dalam
frekuensi pembayaran bulanan dalam kurun waktu 10 tahun pada premi 500 perbulan, mari kita sama
bersama-sama pelajari pada gambar di
bawah ini!
ILUSTRASI
MANFAAT NILAI TUNAI PRU-link Rupiah
Penjelasannya adalah:
Mari berasuransilah selama kita masih mampu dan sanggup,
terlebih kita kebanyakan yang bekerja di Hong Kong bisa mencapai 5 tahun lebih.
Coba kalau masa-masa itu kita gunakan sembari menyicil menabung untuk hari tua
berupa dana pensiun dan asuransi kesehatan. Kita itu pandai mengumpulkan uang tapi kita tidak bisa
mengaturnya itu yang menjadi kelemahan para BMI, hingga tidak di pungkiri
ketika kembali pulang kita selalu kalah bersaing dengan yang di tanah air,
padahal gaji yang kita kumpulkan sangat besar. Pegawai Negeri saja kalah dengan
kita, tapi kenapa kita pulang selalu kalah dalam segala segi, baik kemapanan
dan ketrampilan, dan pengaturan uang. Mari kita pulang dengan segala
perencanaan yang lebih matang menuju masa depan yang lebih terarah.
Biodata:
Penulis adalah seorang agent asuransi yang selalu siap membantu
bila ada sebuah pertanyaan seputar asuransi yang pasti asuransi kami adalah
asuransi yang sudah terdaftar di OJK( Otoritas Jasa Keuangan Sebenarnya
penulis ingin sekali berusaha menyadarkan sahabat BMI untuk sadar asuransi tapi
ternyata itu lebih dari sangat sulit semoga dengan tulisan ini, mampu membuka
pikiran para Sahabat Seperjuangan. (+852) 9433 8503



Tidak ada komentar:
Posting Komentar